Guru Oh Guru

BERBURU ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepala ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
(dedikasi kepada Hari Guru dan guruku tercinta)


Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.


Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.


Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.


Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.


USMAN AWANG
1979
.............................................................................................................


*speechless.........*
*sangat sukakan sajak ini. intipatinya sangat2 dalam*
*kepada bakal2 guru di luar sana, terima kasih kerana menjadi pembimbing kepada generasi akan datang*
*miss all my teachers from kindergarten, primary school, secondary school, tuition center, INTEC and everywhere*
*hargailah guru anda. Sesungguhnya tanpa mereka, anda mungkin tidak akan menjadi diri anda pada masa kini*


"A good teacher is like a candle - it consumes itself to light the way for others."


wassalam~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Keindahan yang hilang


KEINDAHAN YANG HILANG 




Sayup-sayup undan tua berlagu hiba
Terbang beriring di rembang petang
Renik-renik mengirai bulu cerik
Melayang satu-satu berbaur debu
Lesu berapung di air lalu.

II 
Daun-daun menghijau alangkah segar
Kemilau danau disinar mentari
Kali tenang betapa lembut mengalir ke muara
Kedamaian melingkat rimba
Lalu tumpah kasih nan jernih
Erat bertaut cinta kasih. 

Malam hiba dadanya ungu luka
Pungguk tersedu pilu di atas batu
Bulan tiada lagi
Mendandan wajah
Bintang malam pudar sinarnya.

II 
Orang bicara bulan bintang di makmal
Pada buku, data dan komputer
Lau bulan dan cakerawala bisa diteroka
Bisa kembara di planet dan angkasa.

Undan patah sayap gugur bulunya bertaburan
Suara siapa parau mendera di malam lara
Kali tiba-tiba tenang airnya bengis melanda
Kepada siapa anak-anak kota desa berhutang nyawa?

II 
Bulan kini bukan lagi menara kasih jernih
Bintang-bintang bukan lagi saksi sumpah kekasih.


-Shamsuddin Jaafar-


....................................................................................................................................................................


Soalan: Apakah yang akan kita wariskan pada generasi akan datang? 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Paderi & Kunci Syurga.

Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan pengajiannya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. Memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita Ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini."

Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, "Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?"

Paderi itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."

Kemudian dia beranjak hendak keluar.Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut Dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Paderi berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan Dan anda harus menjawabnya dengan tepat. "

Si pemuda tersenyum Dan berkata, "Silakan!"

Sang paderi pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya."

"Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah Dan ibu!"

"Siapakah yang tercipta dari api,siapakah yang diazab dengan api Dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu Dan siapakah yang terpelihara dari batu?"

"Sebutkan sesuatu yang diciptakanAllah Dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan Dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut, pemudaitu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca Bismillah dia berkata,

-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan Kami jadikan malam Dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil Dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat,Injil, Zabur Dan al-Qur'an.

- Lima yang tiada enamnya ialah Solatlima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlahHari ketika Allah s.w.t. Menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. Berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

-Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy AR-Rahman. Allah s.w.t. Berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada Hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu Dan belalang.*

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. Berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas Mata air." (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah Dan ibunya.

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. " (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

-Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barangkami, lalu dia dimakan serigala. " Setelah kedustaan terungkap,Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagi muka pada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ." (Yusuf:98)

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai." (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t.? "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci syurga itu?"

mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kebimbangannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! "

Paderi tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah."

Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda. "

Paderi pun berkata, "Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. "

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.



Sumber: http://holywar-efairy.blogspot.com/2009/07/kebenaran-islam-dua-rahsia-sulit_25.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Coretan kecil~

Salam alaik~

Kebelakangan ini, minat untuk menulis semakin berkembang. Tidak dapat dipastikan sebab musabab yang logik bagi akal fikiran untuk ditafsir, namun hati ini semakin berkeinginan untuk menyalurkan idea melalui papan kekunci....

Orang lain pun dah mula meng"update" blog masing-masing. Harap diri ini tidak ketinggalan~

Namun, biarlah hasil nukilan itu bermakna dan berisi, bukan sekadar omongan kosong semata. Semoga apa yang kita tulis dapat memberi ilham atau panduan kepada yang lain...

wassalam..

ps: gambar banyak yang belum dimuat turun. InsyaAllah ada rezeki akan muncul jua nanti~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Terase nak pukul je budak ni...

Salam alaik~

Saya diajar untuk menghormati setiap manusia di muka bumi ini tanpa mengira darjat, keturunan mahupun usia. Jangan sesekali meninggikan suara kepada mereka yang lebih berusia, dan jangan mempermainkan golongan yang lebih muda. Rasa hormat itu mesti ada biarpun mereka mungkin tukang sapu atau pun tukang cuci.

Semalam, saya didedahkan dengan realiti yang amat pahit dan sukar ditelan akal. Betapa generasi masa kini sudah hilang rasa hormat terhadap orang lain. Mana perginya rasa hormat jika suara ditinggikan ketika berbicara dengan mereka yang lebih tua? Kalau nak berlawak pun, mestilah ada hadnya. Kita kena ingat, mereka juga manusia yang ada hati dan perasaan. Jangan ingat mereka seperti kawan atau geng sendiri.

Kita mungkin ada idea atau pendapat sendiri, namun biarlah ianya disampaikan dengan cara yang betul. Janganlah pula kita menyampaikannya macam nak menang sentiasa.

Jaga bahasa ketika berbicara!!Ingat, kita bukan bercakap dengan patung yang tiada perasaan. Kita berbicara dengan manusia. Ya, manusia yang ada PERASAAN!! Ingat sampai bila-bila!!Bayangkan jika budak berumur 10 tahun bercakap dengan awak dengan nada yang begitu egois dan tinggi sekali, bagaikan tiada jurang umur di antara anda berdua. Apa yang anda akan rasakan?? Sudah pasti perasaan menyampah dan bengang akan lahir serta-merta dalam diri anda.

Poyo abis budak ni. Dia sedar tak dia tu budak kecik lagi???
Ada yang mungkin akan berkata sedemikian, dan tidak mustahil saya juga adalah salah seorang daripadanya. Mesti ada rasa marah kan? Itulah yang mungkin golongan senior rasai jika kita bersuara dengan cara yang salah...

Hormatilah orang lain sebagaimana kita inginkan orang lain menghormati kita. Apa guna menagih hormat dari orang lain andai kita sendiri tidak menghormati mereka. Biarpun jurang umur hanya sekadar setahun dua, mereka tetap lebih makan garam dari kita. Jangan sampai mereka yang hilang hormat terhadap kita~

Ingatlah rakan-rakan, sehebat manapun kita di dunia ini, setinggi mana pun CGPA kita, segalanya bagai tiada guna jika tiada rasa hormat atau "respect" pada orang lain.

Renung-renungkanlah........................................

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Demi Masa

Assalamualaikum WBT



Demi Masa
Artis: Raihan


Demi masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Yang beriman dan beramal saleh
Ah...

Demi masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Nasihat kepada kebenaran dan kesabaran
Ah...

Gunakan kesempatan yang masih diberi
Moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan
Kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara, sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua, kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

Demi masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Yang beriman dan beramal saleh
Ah...

....................................................................................................................................................................

Bersediakah kita??
Tepuk dada, tanya iman~

wassalam~


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Budi+Bahasa


Assalamualaikum dan Salam Muhibbah

        Melihatkan situasi golongan zaman atom pada masa kini, tergerak hati untuk menitipkan sedikit bingkisan mengenai apa yang dikatakan sebagai berbudi bahasa. Andai diri ini memiliki kuasa magis, akan dibersihkan minda sanubari kesemua generasi muda masa kini agar bait-bait kata yang lahir dari pinggir bibir menjadi semanis tebu dan seindah suria pagi. Namun segala imaginasi itu hilang ditiup bayu angin tatkala menyedari hakikat sebenar di muka bumi ini. Remaja tidak lagi endah akan tutur kata apabila berbicara dengan sahabat dan teman. Bahkan, ada di antara mereka yang berani bertindak membangkang kata-kata ibu bapa sendiri. Carutan dan makian sudah menjadi zikir harian bagi mereka andai timbul rasa marah di dalam hati. Hilang sudah entiti diri sebagai anak jati bumi pertiwi yang penuh budi pekerti. Sebaliknya, emosi dibiar menguasai diri, dan rasionalisasi semakin menjauhi.

Sesaat diri ini menjelajahi jendela-jendela internet, hati ini tertarik dengan secebis artikel daripada saudara Ali Bukhari Amir. Nukilan bertarikh 24 Jun 2005 ini secara jelas menceritakan tentang budi bahasa di tanah tumpah darah kita sendiri. Ingin sekali diri ini berkongsi kesemua artikel ini, namun disebabkan oleh kesempitan ruang, hanya sedikit petikan dapat diselitkan untuk renungan bersama.

...................................................................................................................................

Budi Bahasa: Hidupkan semula tradisi lama Melayu

Ali Bukhari Amir, 24 Jun 05

Sekitar 50 tahun lalu – sebelum Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan melancarkan Kempen Budi Bahasa – kempen ini telah pun dilakonkan secara tersirat di Studio Jalan Ampas. Baru-baru ini (5 Jun lalu), melalui filem Seniman Bujang Lapok (TV2) di mana kita dapat melihat watak-watak yang menggunakan bahasa Melayu yang kasar.

Dan pada hari ini, pengucapan bahasa Melayu yang kasar ini dapat ditonton dalam program seperti Malaysian Idol, American Idol dan lain-lainnya. Mungkin bezanya, percakapan panel penilai vokal pesertanya sudah bercampur-baur dengan bahasa Inggeris, maka penonton tidak hiraukan sangat aspek tutur kata serta budi bahasa.

Peserta yang terkeluar dari senarai pilihan, akan merungut marah-marah, lalu mencemuh panel penilai mereka. Adakah masalah pengangguran dan peluang pekerjaan lain terlalu sempit, yang mendorong anak-anak muda ini untuk menceburi dunia seni lakon? Apakah mereka mahu mencari publisiti ataupun menjadikan landasan mudah dan singkat untuk mencari kesenangan hidup?

Jadi, apabila tersingkir semasa uji bakat, maka mereka mula mengucapkan bahasa yang kasar? Kalau begitu, memang sukar untuk menerapkan nilai budi bahasa dalam masyarakat kita. Tetapi, kalau kita tidak mendebatkannya secara lebih dalam, mampuah kita mencari penawar untuk merawat ‘luka’ percakapan kasar oleh bangsa Melayu pada hari ini?

Sesekali, kita tentu terfikir, mengapa agaknya istilah ‘budi’ dikembarkan dengan ‘bahasa’. Kesimpulan awalnya ialah orang yang berakhlak dan bermoral tinggi ialah mereka yang cerdik menggunakan bahasanya.

Rasulullah s.a.w mengingatkan umatnya tentang bahaya lidah. Misalnya, seorang wanita menemui baginda lalu berkata,“Ya Rasulullah, jiranku sangat warak. Malamnya diisi dengan tahajud, siangnya dia berpuasa. Tapi, aku tidak pernah merasa aman daripada lidahnya.” Sabda Rasulullah s.a.w, “Ketahuilah, bahawa dialah penghuni neraka.”

Mengapa manusia hilang budi bahasa? Mungkin kerana tekanan hidup atau hilang pegangan. Ada manusia yang hidup dan membesar di kelilingi persekitaran yang menyebabkan mereka terdorong menggunakan bahasa kasar. Misalnya, perbuatan abang dan kakak yang selalu mengherdik adik, lama-kelamaan menjadi ikutan pula. 


Sumber: http://www.malaysiakini.com/letters/37288
....................................................................................................................................................................


Macam mana tahap budi bahasa kita agaknya sekarang ya? Tinggi? Rendah?
Kita berkata, tapi orang yang merasa. Bak kata orang, rambut sama hitam, hati lain-lain.
Mungkin kita tidak melihat sebarang kesilapan di dalam kata-kata kita, namun ingatlah bahawa bukan semua orang boleh menerima apa yang kita katakan.

Kesimpulannya, berfikirlah sebelum bersuara.
Jangan biarkan emosi menguasai diri sehinggakan kata-kata nista terbit dari lidah yang diciptakan suci itu.
Indahkanlah bicara, kerana lidah dicipta bukan untuk menghina, apatah lagi menyumpah dan mencerca....
Hargailah ciptaan Allah SWT dan gunakanlah ia sebaiknya, nescaya kita akan mendapat keredhaan-Nya...

Wassalam~



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS